Belajar, mengukur, dan menaikkan penguasaan mufradat dari pemula hingga mahir — dilengkapi data frekuensi nyata setiap kata dalam Al-Qur'an.
Disusun oleh Agus Kurnia · Universitas Mataram
Lima jenjang berurutan, masing-masing menguji kompetensi yang berbeda. Setiap sesi berisi 10 soal; nilai ≥ 80 dinyatakan lulus dan boleh naik ke jenjang berikutnya. Kemajuan Anda tersimpan otomatis di perangkat ini.
| Jenjang | Kompetensi | Indikator | Bentuk Uji |
|---|---|---|---|
| 1 · Mubtadi' Pemula | Mengenal & membaca lambang kata | Mampu mencocokkan tulisan Arab dengan bunyi/transliterasinya (selevel Iqra'). | Cocokkan Arab ↔ bunyi |
| 2 · Asāsī Dasar | Memahami makna kata tunggal | Mengetahui arti kosakata inti dalam bahasa Indonesia. | Arti kata (pilihan ganda) |
| 3 · Mutawassiṭ Menengah | Memaknai kata dalam konteks ayat | Menentukan arti kata yang disorot pada ayat asli. | Makna dalam ayat |
| 4 · Mutaqaddim Lanjut | Mengklasifikasi jenis kata (ṣarf) | Membedakan isim/fi'il/harf serta sub-jenisnya (isim 'alam, fi'il māḍī, dll.). | Identifikasi jenis kata |
| 5 · Māhir Mahir | Analisis & strategi penguasaan | Mengenali kata berfrekuensi tinggi yang wajib diprioritaskan untuk tadabbur. | Tantangan frekuensi |
Uji penguasaan secara bertahap mengikuti urutan frekuensi (tiap tahap 50 kata, lulus ≥ 80). Sistem mencatat pre-test (percobaan pertama) dan post-test (nilai terbaik) tiap tahap, lalu menghitung persentase penguasaan. Selesaikan semua tahap untuk membuka Ujian Akhir. Hasil bisa diunduh CSV/Excel atau dicetak PDF sebagai rapor.
Kamus ini memuat … kosakata pilihan — sebuah fondasi tematik, bukan seluruh kata Al-Qur'an. Berikut gambaran skalanya menurut Quranic Arabic Corpus (corpus.quran.com, Universitas Leeds):
Inilah kata-kata yang paling banyak digunakan dalam Al-Qur'an — yang paling layak dikuasai lebih dulu. Angka mengikuti frekuensi lemma pada Quranic Arabic Corpus.
Menjawab pertanyaan umum — "berapa kali nama ini disebut?" Perhatikan: Nabi Muhammad ﷺ disebut 4× dengan nama "Muhammad" (+1× "Ahmad"), namun beliau disapa Allah jauh lebih banyak dengan sebutan lain (yā ayyuhā an-nabī, ar-rasūl, dll.).
Sebagian ulama (riwayat Ibn 'Abbās, dirangkum Al-Suyūṭī dalam al-Itqān) menyebut adanya kata asal non-Arab yang sudah di-Arab-kan. Namun ulama lain (Imam asy-Syāfi'ī, Ibn Fāris, aṭ-Ṭabarī) menolak — menurut mereka semua kata adalah Arab asli, hanya kebetulan serumpun dengan bahasa lain. Berikut contoh yang masyhur dibahas:
Kata-kata dengan makna teknis yang khas Qur'ani; banyak di antaranya hanya muncul sekali (hapax legomenon) sehingga menjadi kajian tersendiri dalam ilmu gharīb al-Qur'ān.
Seluruh … kata dasar (lemma) Al-Qur'an, diimpor dari Quranic Arabic Corpus. Pilih kategori pada dropdown lalu telusuri; diurutkan dari yang paling sering muncul.